Kamis, 02 Juni 2016

" Kenikmatan Dunia Yang Menipu "


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Apa kabar sahabat pembaca ?

Kali ini Rian Hidayatullah akan membahas tipuan dunia.
Karna di akhir zaman ini teramat banyak manusia yang lalai dan tertipu oleh kenikmatan dunia nan fana itu.

Kita sebagai Umat Nabi Muhammad s.a.w. Patutlah untuk kita saling mengingatkan bahwa kenikmatan dunia ini hanya tipuan yang melalaikan dari kenikmatan syurga.



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 



Al-Qur’an Allah telah mengingatkan pada kita tentang tipuan dan kepalsuan kehidupan dunia ini, agar kita hati-hati dan waspada menghadapinya.

Allah Berfirman : “..Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir -yang menjadi petani- melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu -yang berbuat kesalahan, juga pengampunan dari Allah serta keridhaan -bagi orang-orang yang berbuat kebaikan- dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka..” (QS.Al-Hadid: 20)

Dalam surat Al Hadid ayat 20 diatas Allah menegaskan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah perrmainan, senda gurau , perhiasan dan berlomba banyak tentang harta dan anak anak. Perumpamaannya seperti tanam tanam yang tumbuh subur menghijau mengagumkan para petani, kemudian menjadi kuning layu dan hancur. Kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat, kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara , kesenangan fatamorgana.

Kehidupan dunia ini diperlihatkan indah bagi orang yang kafir dan tidak beriman pada Allah dan kehidupan akhirat. Orang yang kurang ilmunya, dan condong mengikuti hawa nafsunya , lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat. Mereka asyik dengan permainan dan kesenangan dunia yang bersifat hanya sementara ini. Mereka tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Umumnya mereka baru menyadari kekeliruannya jika nyawa sudah sampai di tenggorokan.

Allah menjelaskan hal ini dalam QS.Al-Insan 27 :
"..Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).."

Sebagian besar penduduk dunia ini lebih mengutamakan kehidupan dunia dari pada akhirat.
Seluruh hidupnya tercurah hanya untuk mencari harta, kekayaan , kesenangan dan kenikmatan  hidup di dunia, mereka tidak peduli dengan kehidupan akhirat.
Mereka yang lalai menganggap kehidupan akhirat hanyalah hayalan kosong saja.

Firman Allah :
“..Hai sekalian manusia, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar. Maka dari itu, janganlah engkau semua tertipu oleh kehidupan dunia ini dan janganlah sekali-kali kepercayaanmu kepada Allah itu tertipu oleh sesuatu yang amat pandai menipu..” (Fathir: 5)

Jangan tertipu dengan mobil yang kalian kemudikan.
Jangan tertipu dengan apartemen yang kalian miliki, jangan pernah tertipu oleh dunia yang fana ini. Karna suatu saat dunia beserta isinya ini akan hancur dan musnah. 
Hanya Satu Yang Tetap Hidup, Dialah Allah Sang Pencipta.

“..Engkau semua dilalaikan oleh perlombaan mencari kekayaan, sehingga engkau semua mengunjungi kubur -yakni sampai mati. Jangan begitu, nanti engkau semua akan mengetahui, kemudian sekali lagi jangan begitu, nanti engkau semua akan mengetahui -mana yang sebenarnya salah dan mana yang tidak. Jangan begitu, andaikata engkau semua dapat mengetahui dengan ilmu yakin, tentu engkau semua tidak berbuat seperti di atas itu..” (At-Takatsur: 1-5)

Kita tahu bahwa kita lari dan takut dari kematian, jika kita tidak benar-benar mempercayainya.

Mungkin kita mengucapkan dengan bibir bahwa kita percaya kematian, tapi tindakan kita adalah bukti bahwa kita tidak mempercayainya.

Kalian lihat masjid-masjid penuh pada hari Jumat atau hari Idul Fitri.

Tapi selain dari hari itu? Jika kalian datang shalat Subuh, kalian akan melihat hanya 1-2 shaff dalam masjid.

Ketika tiba suara azan tanda waktunya shalat, dan saat tiba waktunya berzakat kita menjadi tuli dan buta terhadap ajaran Allah dan Rasulnya S.A.W.

Amal kita berbicara bahwa kita tidak percaya pada kematian, kita malah lari dari kematian.

Kalian dapat lari kemanapun kalian mau, kalian dapat menyelam ke dalam laut Atlantik yang gelap gulita, kalian dapat mendaki puncak Everest, dan kalian dapat bersembunyi dalam lebatnya hutan Amazon atau Kalhari.

Namun ketika waktunya habis, dimanapun kalian berada, tiba-tiba tabirnya akan dibuka, dan kalian bisa melihat malaikat maut sudah menunggu kalian.

Kalian bisa saja sekaya Bill Gates dan memiliki harta melimpah.
Kalian bisa menaiki pesawat luar angkasa dan pergi ke luar bumi, tetapi ketika waktunya tiba, percaya tidak percaya, kalian akan melihat malaikat maut berdiri di hadapan kalian.

Karena setiap dari kita akan kembali kepada Yang Maha Mengetahui.

Dan kita akan mengakhiri kehidupan dunia yang sementara ini.

Allah Berfirman :
“..Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui..” (Al-Ankabut: 64)

Maka mulai sekarang mari kita perbaiki iman kita..

Semoga bermanfaat..

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ