Kamis, 02 Juni 2016

" Kenikmatan Dunia Yang Menipu "


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Apa kabar sahabat pembaca ?

Kali ini Rian Hidayatullah akan membahas tipuan dunia.
Karna di akhir zaman ini teramat banyak manusia yang lalai dan tertipu oleh kenikmatan dunia nan fana itu.

Kita sebagai Umat Nabi Muhammad s.a.w. Patutlah untuk kita saling mengingatkan bahwa kenikmatan dunia ini hanya tipuan yang melalaikan dari kenikmatan syurga.



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 



Al-Qur’an Allah telah mengingatkan pada kita tentang tipuan dan kepalsuan kehidupan dunia ini, agar kita hati-hati dan waspada menghadapinya.

Allah Berfirman : “..Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir -yang menjadi petani- melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu -yang berbuat kesalahan, juga pengampunan dari Allah serta keridhaan -bagi orang-orang yang berbuat kebaikan- dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka..” (QS.Al-Hadid: 20)

Dalam surat Al Hadid ayat 20 diatas Allah menegaskan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah perrmainan, senda gurau , perhiasan dan berlomba banyak tentang harta dan anak anak. Perumpamaannya seperti tanam tanam yang tumbuh subur menghijau mengagumkan para petani, kemudian menjadi kuning layu dan hancur. Kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat, kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara , kesenangan fatamorgana.

Kehidupan dunia ini diperlihatkan indah bagi orang yang kafir dan tidak beriman pada Allah dan kehidupan akhirat. Orang yang kurang ilmunya, dan condong mengikuti hawa nafsunya , lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat. Mereka asyik dengan permainan dan kesenangan dunia yang bersifat hanya sementara ini. Mereka tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Umumnya mereka baru menyadari kekeliruannya jika nyawa sudah sampai di tenggorokan.

Allah menjelaskan hal ini dalam QS.Al-Insan 27 :
"..Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).."

Sebagian besar penduduk dunia ini lebih mengutamakan kehidupan dunia dari pada akhirat.
Seluruh hidupnya tercurah hanya untuk mencari harta, kekayaan , kesenangan dan kenikmatan  hidup di dunia, mereka tidak peduli dengan kehidupan akhirat.
Mereka yang lalai menganggap kehidupan akhirat hanyalah hayalan kosong saja.

Firman Allah :
“..Hai sekalian manusia, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar. Maka dari itu, janganlah engkau semua tertipu oleh kehidupan dunia ini dan janganlah sekali-kali kepercayaanmu kepada Allah itu tertipu oleh sesuatu yang amat pandai menipu..” (Fathir: 5)

Jangan tertipu dengan mobil yang kalian kemudikan.
Jangan tertipu dengan apartemen yang kalian miliki, jangan pernah tertipu oleh dunia yang fana ini. Karna suatu saat dunia beserta isinya ini akan hancur dan musnah. 
Hanya Satu Yang Tetap Hidup, Dialah Allah Sang Pencipta.

“..Engkau semua dilalaikan oleh perlombaan mencari kekayaan, sehingga engkau semua mengunjungi kubur -yakni sampai mati. Jangan begitu, nanti engkau semua akan mengetahui, kemudian sekali lagi jangan begitu, nanti engkau semua akan mengetahui -mana yang sebenarnya salah dan mana yang tidak. Jangan begitu, andaikata engkau semua dapat mengetahui dengan ilmu yakin, tentu engkau semua tidak berbuat seperti di atas itu..” (At-Takatsur: 1-5)

Kita tahu bahwa kita lari dan takut dari kematian, jika kita tidak benar-benar mempercayainya.

Mungkin kita mengucapkan dengan bibir bahwa kita percaya kematian, tapi tindakan kita adalah bukti bahwa kita tidak mempercayainya.

Kalian lihat masjid-masjid penuh pada hari Jumat atau hari Idul Fitri.

Tapi selain dari hari itu? Jika kalian datang shalat Subuh, kalian akan melihat hanya 1-2 shaff dalam masjid.

Ketika tiba suara azan tanda waktunya shalat, dan saat tiba waktunya berzakat kita menjadi tuli dan buta terhadap ajaran Allah dan Rasulnya S.A.W.

Amal kita berbicara bahwa kita tidak percaya pada kematian, kita malah lari dari kematian.

Kalian dapat lari kemanapun kalian mau, kalian dapat menyelam ke dalam laut Atlantik yang gelap gulita, kalian dapat mendaki puncak Everest, dan kalian dapat bersembunyi dalam lebatnya hutan Amazon atau Kalhari.

Namun ketika waktunya habis, dimanapun kalian berada, tiba-tiba tabirnya akan dibuka, dan kalian bisa melihat malaikat maut sudah menunggu kalian.

Kalian bisa saja sekaya Bill Gates dan memiliki harta melimpah.
Kalian bisa menaiki pesawat luar angkasa dan pergi ke luar bumi, tetapi ketika waktunya tiba, percaya tidak percaya, kalian akan melihat malaikat maut berdiri di hadapan kalian.

Karena setiap dari kita akan kembali kepada Yang Maha Mengetahui.

Dan kita akan mengakhiri kehidupan dunia yang sementara ini.

Allah Berfirman :
“..Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui..” (Al-Ankabut: 64)

Maka mulai sekarang mari kita perbaiki iman kita..

Semoga bermanfaat..

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

Minggu, 22 Mei 2016

"Perbuatan Maksiat yang di 'HALAL' kan dalam Islam"




            السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Apakabar sahabat pembaca..?


Kali ini Rian Hidayatullah akan membahas tentang maksiat yang di HALAL kan 100% dalam Islam.



                بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 



Alkisah Ibrohim bin Adham seorang ulama abad ke-3 , beliau di datangi oleh seorang laki-laki yang senang berbuat maksiat.

Kemudian laki-laki tersebut bertanya; ”Saya minta nasihat darimu bagaimana caranya meninggalkan maksiat, semua maksiat saya kerjakan dan saya ingin tobat dan melepas diri dari dosa-dosa”.

Kemudian Ibrohim bin Adham memberi 5 (lima) resep, silahkan mengerjakan maksiat asalkan memenuhi 5 syarat ini :



1.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi kamu jangan makan rezeki yang diberikan oleh Allah."

bagaimana mungkin anda tidak makan rezekinya Allah ?


2.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi carilah oleh mu tempat yang lain di luar buminya Allah."

"Kira-kira bisa apa tidak? Meskipun terbang ke luar angkasa sekalipun, itu masih buminya Allah.
Bahkan galaksi bima sakti ini hanya satu dari triliunan galaksi di luar sana. 


3.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja,  akan tetapi silahkan kamu cari suatu tempat yang Allah tidak bisa melihat kamu." 

Ayo.. Coba pikirkan suatu tempat yang tidak bisa dilihat oleh Allah ??
Saya rasa anda tidak akan mampu.


4.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi bisakah kamu menunda saat malaikat maut menjemput dan mencabut nyawamu. "

Kira-kira bisa apa tidak? Misal minta waktu dulu sebulan untuk ibadah. Jangankan sebulan, satu jam pun tidak bisa. Ada seorang Bani Isroil yang kaya raya keluar rumah dengan memakai pakaian yang paling bagus, kendaraan yang paling bagus. Di jalan dia dihadang malaikat maut yang menyerupai orang tua. Dia minta ijin dulu pulang untuk pamitan, untuk ibadah. Tidak bisa! Karena tidak bisa mendahulukan dan mengakhirkan mati. Tapi kalau malaikat maut itu datang kepada orang iman, orang iman malah berkata; kamu yang saya tunggu-tunggu dari kemarin. Karena orang iman melakukan ibadah itu, yang ditunggu adalah ketemu dengan Tuhannya. Beda dengan ahli maksiat yang selalu menghindar.


5.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi mampukah kamu menolak saat malaikat memasukan kamu ke dalam neraka jahanam"  

Apa kamu manpu menolak?
Tentu tidak akan mampu?.


Ternyata, di mana pun tempat adalah milik Allah dan kita selalu diawasi Allah.

Allah Tuhan kita adalah Dzat yang Maha Mengetahui dengan segala keagungan dan keperkasaan-Nya.

Dan kita tidak mungkin dapat menghindar dari petugas-Nya yakni para malaikat termasuk malaikat pencabut nyawa yang tidak mungkin kita menghindarinya.

Ketika mengetahui bahwa Allah itu ‘Aliim/ Maha Melihat maka disitu ada sifat muroqobah yaitu selalu merasa diawasi sehingga malu mengamalkan hal-hal yang jelek.

Sudahkah kita demikian, sudahkah kita berfikir bahwa kita selalu merasa diawasi Allah SWT sehingga malu mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat ???

Demikianlah syarat-syarat sebelum berbuat maksiat, jika kamu mampu memenuhi 5 syarat ini maka di Halalkan maksiat itu untukmu.
Tapi jika tidak mampu, maka berfikirlah seribu kali sebelum melakukan maksiat.

Semoga bermanfaat.


          وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

" Arti JIHAD Yang Sebenarnya "


          السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apakabar sahabat pembaca..?

Kali ini Rian Hidayatullah akan mengupas tuntas arti dari JIHAD yang sebenarnya.


             بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Dizaman sekarang, kata yang paling salah dipahami dalam islam adalah "jihad".
Ini bukan hanya disalahpahami oleh non-Muslim, bahkan umat Muslim sendiri salah paham akannya.

Sebagian besar non-Muslim, begitu juga Muslim berfikir bahwa perang apapun yang dilakukan oleh Muslim manapun untuk alasan apapun.

entah itu keuntungan pribadi,
entah itu untuk ketenaran,
entah itu nama,
entah itu untuk daerah kekuasaan,
entah itu untuk kekayaan,
entah itu untuk kekuatan, disebut sebagai jihad.

Jihad bukan berarti perang manapun yang dilakukan oleh Muslim manapun, entah itu untuk nama, untuk ketenaran, untuk kekayaan, untuk kekuasaan, untuk daerah.

Jihad sebenarnya adalah kata Arab yang berasal dari kata Arab "jahada" yang berarti "Berjuang atau berusaha."

Dalam konteks Islam, jihad berarti "berjuang dan berusaha melawan kecendrungan sifat jahat dari diri sendiri."

Jihad artinya untuk berjuang dan berusaha untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik.

Jihad artinya untuk berjuang dan berusaha melawan penindasan. Jihad juga berarti untuk berjuang dan berusaha di medan perang untuk melindungi diri (self-defense).

Jihad pada dasarnya berarti "untuk berjuang dan berusaha"

Jika seorang murid berusaha dan berjuang untuk melewati sebuah ujian, maka dalam bahasa Arab kita mengatakan bahwa dia sedang berjihad.

Dan banyak orang berfikir bahwa jihad hanya bisa dilakukan oleh Muslim.
Padahal jika kalian teliti membaca ada ayat-ayat dalam Al-Quran yang berkata bahwa non-Muslim pun berjihad.

Allah SWT berfirman dalam AlQuran di surat Luqman[31]: 14

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu-Bapaknya;ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihkan dalam dua tahun"

Lalu di ayat berikutnya, surat Luqman [31]: 15 berbunyi;

"Dan jika keduanya memaksamu (berjihad) untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yangtidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"

Disini AlQuran mengatakan bahwa orangtua non-Muslim yang berjuang  dan berusaha untuk membuat anak-anak mereka menyembah yang lain selain Tuhan (Syirik).

"maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan baik."

Kalimat yang sama diulang lagi di surat Ankabut[29]: 8

"Dan Kami wajibkan manuasia (berbuat) kebaikan kepada dua orang Ibu-Bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu (berjihad) untuk mempersekutukan Aku (Allah), maka janganlah kamu mengikuti keduanya."

Disini Al-Quran mengatakan bahwa orangtua non-Muslim juga berjihad, mereka berjuang dan berusaha untuk berbuat anak-anak mereka berbuat kesyirikan atau menyekutukan Tuhan.

Jihad non-Muslim ini disebut sebagai jihad fi sabili syaitan (jihat di jalan setan).
Sedangkan apa yang harus dilakukan seorang Muslim adalah jihad fi sabilillah (jihad di jalan Allah).

Normalnya, ketika kau menggunakan kata jihad, ini maksudnya adalah jihad fi sabilillah, jihad di jalan Allah, kecuali ada hal tertentu.

Hampir semua orientalis menerjemahkan kata "jihad" menjadi perang suci atau perang atas nama agama.

Dan sayangnya banyak orang yang mengaku sebagai " ulama Muslim" bahkan mereka menerjemahkan jihad sebagai perang suci (perang untuk agama).

Padahal perang suci jika diterjemahkan dalam bahasa Arab adalah "harbun muqaddasah".

Jika kau membaca Al-Quran, kata "harbun muqaddasah" tidak ada sama sekali dalam Al-Quran.
Dan tidak ada hadist dari Nabi Muhammad s.a.w dimana kata "harbun muqaddasah" disebutkan.

Kata "perang suci" ini pertama kali ditujukan untuk mendefinisikan perang salib yang dilakukan umat Kristen.

Jika kau membaca sejarah beberapa abad yang lalu, tentara salib Kristen melakukan pemaksaan dan pembunuhan atas ratusan ribu umat manusia dalam nama Kekristenan.

Jika kau membaca sejarah, jumlah manusia yang terbunuh atas nama agama adalah atas nama Kekristenan.
Dan mereka menyebut ini sebagai "perang suci (perang untuk agama)."

Tetapi di zaman sekarang mereka menggunakan kata perang suci untuk kata Arab "Jihad".

Fundamentalis pertama kali ditujukan untuk menggambarkan tentara Kristen, tapi sekarang malah digunakan untuk Muslim.

Jadi jihad bukan berarti "perang suci", jihad artinya "berjuang dan berusaha."

Cara terbaik untuk memahami arti kata "jihad" adalah dengan memahami apa yang dikatakan kitab suci umat Islam tentang jihad, apa yang disebutkan dalam AlQuran dan hadist sahih Rasulullah s.a.w.

Ketika kita membaca AlQuran, kita menjadi tahu. Disebutkan dalam AlQuran surat Al-Hajj[22]: 78

"Dan berjuanglah (berjihadlah) kamu pada jalan Allah dengan perjuangan (jihad) yang sebenar-benarnya. Dia(Allah) telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan."

Allah berfirman dalam AlQuran di surat At-Taubah[9]: 20

"orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjuang (berjihad) di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah;dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."

Artinya..

mereka akan masuk syurga, mereka akan dimasukkan kedalam jannah, mereka akan mendapatkan keselamatan.

Rasulullah s.a.w tercinta bersabda dalam hadist sahih Bukhari vol. 4, kitab jihad, hadist nomor 46

Abu Huarairah r.a berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda

"Orang yang berjihad di jalan Allah, dan Allah maha mengetahui siapa yang berjihad(berjuang dan berusaha di jalan Allah)...." bagaikan orang yang terus menerus berpuasa dan melaksanakan shalat. Dan Allah telah menjanjkan surga baginya jika dia terbunuh di medan perang atau Allah mengembalikannya dengan selamat denagn pahala dan harta rampasan perang."

Disebutkan dalam AlQuran surat Al-Ankabut[29]: 6

"Dan barangsiapa yang berjihad (berusaha dan berjuang di jalan Allah), maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari manusia."

Jadi jika kau berjuang di jalan Allah (berjihad), maka manfaatnya untuk dirimu sendiri, ini bukan untuk Allah, karena Allah tidak butuh bantuan dari umat-Nya.

Disebutkan dalam Sahih Bukhari vol. 4, hadist nomor 2784,

Hazrat Aisyah r.a (istri Rasulullah s.a.w) bertanya kepada Rasulullah

"Dapatkah aku bergabung dalam jihad? Dan Rasulullah menjawab

"Haji yang sempurna adalah jihad terbaik untukmu."

Disebutkan dalam Sahih Bukhari hadist nomor 5972,

seseorang bertanya kepada Rasulullah " Dapatkah aku pergi berjihad?"

Rasulullah bertanya kepadanya " Apakah kau punya orangtua?"
Dia berkata " Ya.

Bagimu, melayani orangtuamu adalah jihad"

Disebutkan dalam sunan Nasa'i hadist nomor 4209, seseorang bertanya kepada Rasulullah "Jihad manakah yang terbaik?" Dan Rasulullah menjawab " Jihad terbaik adalah seseorang yang berbicara kebenaran melawan penguasa yang dzalim."

Disebutkan dalam Sahih ibn Hibban hadist nomor 4682, bahwa Rasulullah bersabda " Seorang mujahid adalah orang yang berjuang dan berusaha melawan nafsunya sendiri untuk Allah. Dan muhajir adalah orang yang berpindah dari kebathilan kepada kebenaran."

Dari semua hadist ini kita mengetahui bahwa jihad terbaik terus menerus berubah, tergantung pada situasinya.

Ketika Rasulullah memberitahu seseorang " Apakah kau punya orang tua? Jihad terbaik adalah melayani orangtuamu", Rasulullah mengetahui bahwa orangtuanya membutuhkannya, tidak sealu berarti bahwa melayani orangtua adalah jihad terbaik.

Untuk orang tersebut, karena orangtuanya membutuhkannya, maka baginya, jihad terbaik adalah melayani orangtuanya.

Jadi jihad tergantung pada situasinya, dan ingat teroris bukan jihad karna jihad menolong agama Allah itu dimedan perang bukan menteror orang tidak bersalah.


           وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

" Rindunya Rasulullah Kepada Umatnya "


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 


Dalam satu riwayat hadits dikisahkan.

Ketika itu Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat beliau.

Di antara mereka ada Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Usman, Sayyidina Ali, dan sahabat-sahabat Baginda yang lain.


Kemudian Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat : “Wahai Sahabatku , tahukah kalian siapakah hamba Allah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?”


Para sahabatpun terdiam.
Sampai kemudian salah seorang dari sahabat r.a berkata : “Para malaikat ya Rasulullah , Merekalah yang mulia..”


Baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya , para malaikat itu mulia.
Mereka dekat dengan Allah dan mereka senantiasa bertasbih dan beribadah kepada-Nya.
Tentulah mereka mulia tetapi bukan itu yang kumaksudkan”


Para sahabat kembali terdiam.
Tiba-tiba salah seorang sahabat r.a kembali berkata : “Ya Rasulullah , tentulah para nabi , Merekalah yang mulia itu"


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum.
Kemudian Rasulullah bersabda : "Ya , para nabi itu mulia.
Mereka adalah utusan Allah di atas muka bumi ini , bagaimana mungkin mereka itu tidak mulia.
Mereka mulia, tetapi ada lagi yang lainnya”


Para sahabat kembali terdiam. Kemudian kembali salah seorang di antara para sahabat r.a berkata : “Ya Rasulullah , adakah kami sahabatmu ya Rasulullah ?
apakah kami yang mulia itu ya Rasulullah ?”


Lalu Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam memandang wajah para sahabatnya satu-persatu , kemudian beliau tersenyum melihat wajah para sahabatnya dan bersabda :
“Tentulah kalian mulia , kalian dekat denganku , kalian membantu perjuanganku , tetapi ada lagi yang mulia..”


Para sahabat r.a terdiam , dan mereka tak mampu berkata apa-apa lagi.


Tiba-tiba Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam menundukkan wajah beliau dan menangis di hadapan sahabat-sahabatnya.


Para sahabat pun bingung seraya bertanya : “Mengapakah engkau menangis wahai Rasulullah?”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat wajah beliau , terlihat air mata berlinang membasahi pipi dan janggut beliau.


Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
“Wahai Saudaraku , sahabat-sahabatku , tahukah kalian siapakah yang mulia itu ??
Mereka adalah manusia-manusia yang lahir jauh setelah aku wafat nanti.
Mereka yang taat dan mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
dan tahukah kalian , walau mereka tidak pernah memandangku , mereka tidak pernah melihat wajahku , mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian , tetapi mereka begitu rindu kepadaku.
Dan saksikanlah wahai Sahabatku semuanya , aku pun rindu akan mereka.
Merekalah yang mulia itu , merekalah umatku”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meneteskan air matanya , dan para sahabat r.a pun semuanya menangis. 



Sungguh...
Betapa rindunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat yang dikasihinya.

Namun bagaimana dengan kita ?? yang tanpa segan dan tanpa merasa malu mengakui sebagai umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ??

Sedangkan kita sangat jauh dari melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Siapakah idola-idola yang sering kita tiru di akhir zaman ini ??

Teknologi dan media sosial yang melalaikan terus kita lakukan ??

Segala hal yang batil seolah-olah terlihat hakiki ??

Semakin hari kita semakin menjauh dari sunnah Nabi yang kita mengaku cintai ??

Betapa sedihnya Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat melihat umatnya yang begitu dirindukannya hidup dalam keadaan yang penuh kebatilan seperti ini. 

Berapa banyak dosa-dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat ??

Marilah sejenak coba kita renungi dengan bersungguh-sungguh ??

Seandainya Rasulullah ada bersama-sama kita sekarang ini , apakah kita sanggup menatap wajah suci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan wajah kita yang hina dan penuh dosa ini ??

Dan yang lebih menyedihkan lagi , apakah mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan bersedia mengakui kita sebagai umatnya ??


Astaghfirullahala’zim..


Betapa malunya aku di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun aku akan tetap meneruskan usahaku untuk memperbaiki diri ini , agar diri ini menjadi layak menyandang gelar sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di akhirat kelak.
Insya Allah..


ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ


"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu, suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (pertemuan dengan) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut (nama) Allah" 
(QS Al-Ahzab [33]: 21)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad , hamba-Mu dan Rasul-Mu , sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim dan berilah karunia kepada Muhammad , hamba-Mu dan Rasul-Mu dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.”

اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

" Kita Pasti Akan Mati , Apa Yang Kau Tunggu "


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 


Siapa yang dapat memberitahu kapan kiamat datang ???

Apakah ada yang tahu ???

Tentu hanya Allah Yang Maha Tahu Segala Sesuatu !

Tapi.. Kini aku melihat banyak orang-orang yang menunggu sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya..???

Ataukah mereka menunggu hingga dajjal keluar , atau sampai Imam Mahdi keluar..???

Tidak saudaraku , bukan begitu cara kalian menunggu hari kiamat.

Rasulullah S.A.W. bersabda "Barangsiapa yang meninggal, maka kiamatnya telah tiba."

Jadi kematian adalah kiamat untuk kalian..!

Bukan dajjal , bukan matahari yang terbit dari barat.

Kiamat bagi setiap orang adalah ketika kita mati , dan kita tidak tahu kapan kita akan mati..???

jadi selalu bersiaplah karena kematian itulah hari kiamat kita..!

Apa yang akan kita bawa , maka itulah yang harus kita siapkan..???

Bukan hanya bersiap menghadapi Dajjal ,menghabiskan waktu untuk mencari tahu apa saja tanda-tanda kiamat..

Kita bebas mempelajari tanda-tanda kiamat , tapi kita seharusnya lebih baik bersiap untuk mempersiapkan kematian..!

Kita harus mempersiapkan koper amal kebaikan kita untuk tujuan terakhir yaitu akhirat.

Allah S.W.T. berfirman dalam surat Al-Anbiyya : "Yang mendekat kepada manusia, adalah penghisaban mereka , tapi mereka malah berpaling tanpa memperhatikan."

Kita tahu ayat itu tapi kita berpaling dan berkata "Alhamdulillah, dapat pelajaran lainnya."

Tapi ini bukan sekedar pelajaran , jika kita menganggapnya sebagai sebuah pelajaran dan tanpa mempraktekkannya maka kita hanya membuang-buang waktu sia-sia..

Ini bukan hanya sekedar pelajaran , tapi harus menggerakkanmu , dan membuatmu berubah..

Ubahlah hidup kita mulai sekarang!
Apa lagi yang kau tunggu..???

Itulah mengapa ini adalah pelajaran lainnya , tapi buatlah pelajaran ini menjadi kenyataan dalam hidup..!

Manusia melihat hari kiamat sebagai peristiwa yang jauh, tapi Allah berfirman "Kami melihatnya sebagai sesuatu yang dekat."

Berubahlah...
Karna nanti , lusa , esok , hari ini ataupun beberapa detik lagi kita akan mati..

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

Sabtu, 21 Mei 2016

" Sungguh Indah Ujian Dari-Nya "


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Terkadang ketika kita sedang dilihat oleh Sang Maha Melihat maka kita akan diberi-Nya suatu cobaan.
Agar kita semakin dekat dengan-Nya melalui hidayah cobaan/ujian itu.

Terkadang juga kita salah mengartikan cobaan itu, bahkan kita malah menganggap bentuk kasih dari Yang Maha Penyayang itu menjadi sebuah hukuman.

Kali ini Rian Hidayatullah akan merangkum keluh kesah seorang hamba dari Kasih Sayang Allah.


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 


-Kenapa aku di uji sedangkan yang lain berbahagia dengan kehidupan mereka.
Kenapa harus aku Ya Allah ??-

". . Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan 'kami telah beriman' dan mereka tidak diuji ?
Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta. ."
(QS.Ankabut:2-3)


-aku lemah tiada berdaya dan tidak sanggup Ya Allah ??
Ujian-Mu sangatlah berat, aku tidak akan mampu memikul bebannya Ya Allah ??-

". .Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ."
(QS.Al-Baqarah:286)


-tapi bagaimana Ya Allah ??
aku tidak tahu cara untuk melaluinya, aku telah lelah menghadapinya Ya Allah ??-

". .Berdoalah Kepada-Ku niscahya akan Aku perkenankan bagimu. ."
(QS.Ghafir:60)


-Ya Allah ?? aku selalu berdoa Kepada-Mu dari fajar bertemu siang hingga senja menyambut malam.
tapi keadaanku tetap sama dan masih tidak berubah Ya Allah ??-

". .Dan janganlah kamu berputus asa dengan Rahmat Allah. ."
(QS.Az-Zumar:53)


-aku merasa telah jauh Dari-Mu Ya Allah ??-

". .Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu Muhammad tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.
Aku kabulkan permintaan orang yang berdoa Kepada-Ku dan beriman Kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. ."
(QS.Al-Baqarah:186)


-aku lalai Ya Allah ??
aku telah lupa dan tidak bersyukur dengan Nikmat-Mu, sedangkan nikmat yang telah Engkau berikan amatlah banyak hingga aku tidak mampu untuk menghitungnya.
Ujian-Mu yang sangat sedikit ini bila dibandingkan dengan Nikmat-Mu yang tak pernah henti maka aku mengalah Ya Allah ??-

-ampunkan dan maafkanlah aku Ya Allah ??
karna aku sudah lancang dan sudah ingkar Kepada-Mu ??-

". .Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu. ."
(QS.Ali-Imran:133)


-maukah Engkau mengampunkan hamba-Mu yang hina ini, hamba yang berlumur dosa ini, hamba yang tidak tahu arti bersyukur ini ??-
maukah Engkau Menerimanya Ya Allah ??

". .Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya pantas bagi yang melakukan kejahilan karna tidak mengerti, kemudian segera bertobat.
Tobat mereka itulah yang diterima Allah, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ."
(QS.An-Nisa:17)



-wahai saudara dan sahabatku yang telah membaca tulisanku ini dimanapun kalian berada, mungkin diantara kita ada yang sedang diberi ujian Oleh-Nya.

Kita tidaklah pantas mempersoalkan ketetapan Allah s.w.t karna Dialah Yang Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa Atas Segala Sesuatu.

Yakinlah... Setiap apa yang Dia lakukan pasti memiliki hikmah dibaliknya.

Tempuhlah ujian itu dengan sabar dan shalat, kembalilah Pada-Nya dan jadilah hamba yang taat dan senantiasa bersyukur atas Nikmat-Nya.

Niscahya tidak akan sia-sia, karna sesungguhnya janji Allah itu pasti dan tidak ada keraguan didalamnya.

Semoga kita selalu diberi kesabaran ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian yang dikaruniakan Allah kepada kita--
Insya Allah..

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

" Wahai Manusia , Kapankah Kau Akan SHOLAT "


"Kapankah kau akan SHOLAT ????"

Demi Allah..
Masalah kita tidak akan selesai, dan kekhawatiran kita tidak akan lepas.
Dan situasi kita tidak akan berubah kecuali jika kita tekun dalam beribadah.

Untuk apa hidup ini ???

Demi Allah..
Kondisi seseorang tidak akan berada di jalan yang benar, kecuali dia menjaga shalatnya..
Demi Allah..
Kau tidak akan menjadi lebih dekat dengan Allah, kecuali dengan amalan yang paling di cintainya-Nya yaitu shalat.

Rasulullah s.a.w bersabda..
"Lakukan amal kebaikan sebanyak yang kalian bisa karena amal yang paling baik adalah shalat"

Demi Allah..
Tidak ada puasa, berhaji, sedekah, atau amal baik apapun yang akan bermanfaat bagimu kecuali shalat.
Hal pertama yang akan ditanyakan pada seorang hamba di hari kiamat adalah shalatnya.
Jika shalatnya benar dan baik, Allah akan lanjut melihat buku catatan amal baiknya.

Ketika Allah s.w.t Berfirman "Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang melalaikan shalat dan mengikuti keinginannya maka kelak mereka akan tersesat" (QS.19:59)

Rasulallah s.a.w sambil menangis bersabda..
"Ya Jibril.. Akankah pengikutku melalaikan shalat mereka..??
"Ya Jibril........ Akankah pengikutku melalaikan shalat mereka...??
Jibril berkata "Iya wahai Rasulullah.. Di akhir zaman banyak orang-orang dari umatmu yang akan melalaikan shalat, sampai waktu shalat telah habis dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka"

Bukankankah shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar ??????

Shalat adalah cahaya.......
Bagaimana mungkin kau nanti di akhirat bisa berjalan dalam kegelapan..

Banyak wajah yang sedang di uji, menderita sakit, kekurangan harta dan hidup putus asa..
Lalu apa obatnya ???
Obatnya adalah memasuki rumah Yang Maha Penyayang dan mengisi shaf-shaf orang yang beribadah..

Demi Allah..
Jika hatinya masih memiliki sedikit iman maka dia akan merasa merugi karna telah melewatkan shalat..
Tapi jika hatinya itu sudah kosong dan hanya berisi duniawi, maka dia akan terbangun setelah beberapa waktu lalu menyesal di akhir hidupnya.

Kapan kau akan bergabung dalam shaf-shaf orang shalat ?????
Dan menjadi bagian mereka yang konsisten dan berhati-hati dalam menjaga shalat mereka..

Kapan kau akan berada di jalan yang benar ????
Dan kapan kau akan mengetahui bahwa perkara terbesar dalam agama setelah tauhid, adalah memelihara shalat dan bergegas ke masjid untuk menghadiri takbiratul ihram.

Barang siapa yang memelihara dan menjaga  shalat ketika adzan di kumandangkan untuk mereka, maka shalat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya di hari kiamat kelak.

Dan barang siapa melewatkannya...
Janganlah dia menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri..