Minggu, 22 Mei 2016

" Rindunya Rasulullah Kepada Umatnya "


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 


Dalam satu riwayat hadits dikisahkan.

Ketika itu Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat beliau.

Di antara mereka ada Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Usman, Sayyidina Ali, dan sahabat-sahabat Baginda yang lain.


Kemudian Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat : “Wahai Sahabatku , tahukah kalian siapakah hamba Allah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?”


Para sahabatpun terdiam.
Sampai kemudian salah seorang dari sahabat r.a berkata : “Para malaikat ya Rasulullah , Merekalah yang mulia..”


Baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya , para malaikat itu mulia.
Mereka dekat dengan Allah dan mereka senantiasa bertasbih dan beribadah kepada-Nya.
Tentulah mereka mulia tetapi bukan itu yang kumaksudkan”


Para sahabat kembali terdiam.
Tiba-tiba salah seorang sahabat r.a kembali berkata : “Ya Rasulullah , tentulah para nabi , Merekalah yang mulia itu"


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum.
Kemudian Rasulullah bersabda : "Ya , para nabi itu mulia.
Mereka adalah utusan Allah di atas muka bumi ini , bagaimana mungkin mereka itu tidak mulia.
Mereka mulia, tetapi ada lagi yang lainnya”


Para sahabat kembali terdiam. Kemudian kembali salah seorang di antara para sahabat r.a berkata : “Ya Rasulullah , adakah kami sahabatmu ya Rasulullah ?
apakah kami yang mulia itu ya Rasulullah ?”


Lalu Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam memandang wajah para sahabatnya satu-persatu , kemudian beliau tersenyum melihat wajah para sahabatnya dan bersabda :
“Tentulah kalian mulia , kalian dekat denganku , kalian membantu perjuanganku , tetapi ada lagi yang mulia..”


Para sahabat r.a terdiam , dan mereka tak mampu berkata apa-apa lagi.


Tiba-tiba Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam menundukkan wajah beliau dan menangis di hadapan sahabat-sahabatnya.


Para sahabat pun bingung seraya bertanya : “Mengapakah engkau menangis wahai Rasulullah?”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat wajah beliau , terlihat air mata berlinang membasahi pipi dan janggut beliau.


Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
“Wahai Saudaraku , sahabat-sahabatku , tahukah kalian siapakah yang mulia itu ??
Mereka adalah manusia-manusia yang lahir jauh setelah aku wafat nanti.
Mereka yang taat dan mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
dan tahukah kalian , walau mereka tidak pernah memandangku , mereka tidak pernah melihat wajahku , mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian , tetapi mereka begitu rindu kepadaku.
Dan saksikanlah wahai Sahabatku semuanya , aku pun rindu akan mereka.
Merekalah yang mulia itu , merekalah umatku”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meneteskan air matanya , dan para sahabat r.a pun semuanya menangis. 



Sungguh...
Betapa rindunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat yang dikasihinya.

Namun bagaimana dengan kita ?? yang tanpa segan dan tanpa merasa malu mengakui sebagai umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ??

Sedangkan kita sangat jauh dari melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Siapakah idola-idola yang sering kita tiru di akhir zaman ini ??

Teknologi dan media sosial yang melalaikan terus kita lakukan ??

Segala hal yang batil seolah-olah terlihat hakiki ??

Semakin hari kita semakin menjauh dari sunnah Nabi yang kita mengaku cintai ??

Betapa sedihnya Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat melihat umatnya yang begitu dirindukannya hidup dalam keadaan yang penuh kebatilan seperti ini. 

Berapa banyak dosa-dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat ??

Marilah sejenak coba kita renungi dengan bersungguh-sungguh ??

Seandainya Rasulullah ada bersama-sama kita sekarang ini , apakah kita sanggup menatap wajah suci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan wajah kita yang hina dan penuh dosa ini ??

Dan yang lebih menyedihkan lagi , apakah mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan bersedia mengakui kita sebagai umatnya ??


Astaghfirullahala’zim..


Betapa malunya aku di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun aku akan tetap meneruskan usahaku untuk memperbaiki diri ini , agar diri ini menjadi layak menyandang gelar sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di akhirat kelak.
Insya Allah..


ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ


"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu, suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (pertemuan dengan) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut (nama) Allah" 
(QS Al-Ahzab [33]: 21)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad , hamba-Mu dan Rasul-Mu , sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim dan berilah karunia kepada Muhammad , hamba-Mu dan Rasul-Mu dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.”

اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar