Minggu, 22 Mei 2016

"Perbuatan Maksiat yang di 'HALAL' kan dalam Islam"




            السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Apakabar sahabat pembaca..?


Kali ini Rian Hidayatullah akan membahas tentang maksiat yang di HALAL kan 100% dalam Islam.



                بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 



Alkisah Ibrohim bin Adham seorang ulama abad ke-3 , beliau di datangi oleh seorang laki-laki yang senang berbuat maksiat.

Kemudian laki-laki tersebut bertanya; ”Saya minta nasihat darimu bagaimana caranya meninggalkan maksiat, semua maksiat saya kerjakan dan saya ingin tobat dan melepas diri dari dosa-dosa”.

Kemudian Ibrohim bin Adham memberi 5 (lima) resep, silahkan mengerjakan maksiat asalkan memenuhi 5 syarat ini :



1.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi kamu jangan makan rezeki yang diberikan oleh Allah."

bagaimana mungkin anda tidak makan rezekinya Allah ?


2.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi carilah oleh mu tempat yang lain di luar buminya Allah."

"Kira-kira bisa apa tidak? Meskipun terbang ke luar angkasa sekalipun, itu masih buminya Allah.
Bahkan galaksi bima sakti ini hanya satu dari triliunan galaksi di luar sana. 


3.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja,  akan tetapi silahkan kamu cari suatu tempat yang Allah tidak bisa melihat kamu." 

Ayo.. Coba pikirkan suatu tempat yang tidak bisa dilihat oleh Allah ??
Saya rasa anda tidak akan mampu.


4.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi bisakah kamu menunda saat malaikat maut menjemput dan mencabut nyawamu. "

Kira-kira bisa apa tidak? Misal minta waktu dulu sebulan untuk ibadah. Jangankan sebulan, satu jam pun tidak bisa. Ada seorang Bani Isroil yang kaya raya keluar rumah dengan memakai pakaian yang paling bagus, kendaraan yang paling bagus. Di jalan dia dihadang malaikat maut yang menyerupai orang tua. Dia minta ijin dulu pulang untuk pamitan, untuk ibadah. Tidak bisa! Karena tidak bisa mendahulukan dan mengakhirkan mati. Tapi kalau malaikat maut itu datang kepada orang iman, orang iman malah berkata; kamu yang saya tunggu-tunggu dari kemarin. Karena orang iman melakukan ibadah itu, yang ditunggu adalah ketemu dengan Tuhannya. Beda dengan ahli maksiat yang selalu menghindar.


5.    "Ketika kamu ingin mengerjakan maksiat silakan saja, akan tetapi mampukah kamu menolak saat malaikat memasukan kamu ke dalam neraka jahanam"  

Apa kamu manpu menolak?
Tentu tidak akan mampu?.


Ternyata, di mana pun tempat adalah milik Allah dan kita selalu diawasi Allah.

Allah Tuhan kita adalah Dzat yang Maha Mengetahui dengan segala keagungan dan keperkasaan-Nya.

Dan kita tidak mungkin dapat menghindar dari petugas-Nya yakni para malaikat termasuk malaikat pencabut nyawa yang tidak mungkin kita menghindarinya.

Ketika mengetahui bahwa Allah itu ‘Aliim/ Maha Melihat maka disitu ada sifat muroqobah yaitu selalu merasa diawasi sehingga malu mengamalkan hal-hal yang jelek.

Sudahkah kita demikian, sudahkah kita berfikir bahwa kita selalu merasa diawasi Allah SWT sehingga malu mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat ???

Demikianlah syarat-syarat sebelum berbuat maksiat, jika kamu mampu memenuhi 5 syarat ini maka di Halalkan maksiat itu untukmu.
Tapi jika tidak mampu, maka berfikirlah seribu kali sebelum melakukan maksiat.

Semoga bermanfaat.


          وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar